MBELING (Jakarta, 27 Juli 2014)


Ini merupakan puisi pertama yang aku tulis dan aku bukukan, terciptanya puisi ini ada kisahnya loh, 
puisi ini tercipta karena terinspirasi dari sosok dosen di salah satu Universitas Negeri di Jakarta, sosoknya yang selalu tolerent terhadap mahasiswa yang bertingkahnya beranekaragam. Hal itu mengajarkan aku bahwa tidak satupun manusia ciptaan Tuhan yang memiliki karakter yang sama. Oleh karena itu menyebutnya "mbeling"



Berulah
Bertingkah
Itulah gambaran tentangku
Bukan nakal tapi itulah aku

Berbeda bukanlah aneh
Berbeda adalah karunia Tuhan
Aku bukan kalian
Kalianpun bukan aku

Pulpen dan pensil
Apakah mereka sama?
Gunanya sama bukan?
Tapi cenderung berbeda

Apakah yang berbeda itu?
Yaitu warna yang menghiasinya
Itulah pengibaratan aku dan kalian
Sama namun berbeda

Inilah caraku menjalani hidup
Aku yakin kalan sama dengan ku
Sama sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

Aku juga yakin
Aku berbeda dengan kalian
Ibarat pulpen dan pensil tadi
Warnaku lebih berkombinasi

Aku tak bisa diam
Menetap dan duduk disuatu tempat
Aku bosan dengan itu
Rasanya bagai dipasung

Kalian selalu memandangku aneh
Hanya karena aku berbeda
Bukan fisik ku yang lumpuh
Hanya kebiasaanku yang unik

Aku mohon
Jangan sisihkan aku
Aku mohon
Anggap aku sama dengan kalian

Tidaklah terpikir oleh kalian
Bagaimana rasanya disisihkan
Dunia ini bagaikan terbelah
Dan ada jurang didalamnya



Inspirasi Dari Semua Perjalanan Hidupku Yang Membawa Pada Pendewasaan Diri Menjadi Lebih Baik Demi Kemajuan Bangsa. 

RVN,
Jakarta, 27 Juli 2014

Komentar